Chrome Pointer

Rabu, 16 Maret 2016

Bukti Manusia Bukan Berasal dari Kera

    1. Para ilmuwan telah menemukan fosil manusia yang hidup dahulu kala. Fosil-fosil manusia ini
        tidak menunjukkan perbedaan dengan manusia masa kini. Bahkan, fosil-fosil ini hidup zaman 
        yang dinyatakan para evolusionis belum berbentuk manusia. Jika mengikuti klaim mereka
        harusnya hanya ada kera nenek manusia kala itu.
    2. Para ilmuwan telah menemukan bekas-bekas sebuah gubuk batu. Ketika mereka menghitung
        waktunya, mereka mencapai kesimpulan bahwa gubuk itu setidaknya berumur 1,5 juta tahun.
        Artinya manusia yang hidup 1,5 juta tahun yang lalu adalah manusia beradab. Mereka adalah
        manusia biasa sebagaimana manusia masa kini. Bukti ini membuat pernyataan para
        evolusionis, seperti bahwa manusia berasal dari kera, pertama ada manusia primitif (separo
        manusia, separo kera), dan kemudian berevolusi menjadi manusia masa kini, keliru sama
        sekali.

    3. Salah satu fosil tertua yang ditemukan hingga saat ini adalah fosil Anak Toscana, yang berumur
        sekitar 1,6 juta tahun. Ketika fosil ini diuji dengan saksama, ditemukan bahwa fosil ini adalah
        milik anak 12 tahun, yang jika dewasa akan setinggi 1,8 m. Fosil ini saja, dengan kemiripan
        yang tepat dengan kerangka manusia hari ini, sudah cukup untuk menggugurkan kepercayaan
        bahwa manusia berasal dari kera.

    4. Manusia adalah satu-satunya makhluk hidup yang dapat berjalan tegak dengan dua kakinya. 
        Binatang seperti rusa, anjing, dan kera berkaki empat, dan binatang seperti ular, buaya dan
        kadal adalah reptil. Sebagaimana dinyatakan oleh teori evolusi, jutaan tahun yang lalu kera
        berkaki empat mengubah cara berjalan mereka menjadi posisi membungkuk. Kera terus 
        berjalan membungkuk sampai, suatu hari, cara berjalan mereka menjadi sepenuhnya tegak. 
        Dan sebagai hasilnya, bentuk manusia tercapai. Klaim yang dibuat oleh teori evolusi ini tidak
        berlandaskan pada bukti ilmiah apapun, tetapi berdasarkan khayalan semata. Pengkajian yang
        dilakukan para ilmuwan tahun-tahun terakhir ini telah membuktikan bahwa klaim para
        evolusionis benar-benar omong kosong yang tidak ilmiah!

        Penelitian telah menunjukkan bahwa makhluk hidup menggunakan energinya paling baik
        dengan berjalan dengan 2 kaki atau 4 kaki.

        Makhluk hidup akan menghabiskan energi 2 kali lebih banyak, jika mereka mencoba berjalan
        membungkuk dan berbeda dari postur alamiahnya. Lalu, mengapa kera berjalan menghabiskan
        2 kali lebih banyak energi selama ribuan tahun? Sama halnya dengan manusia dewasa yang
        merangkak dengan beban penuh di punggungnya. Atau, maukah kamu, walau lebih enak
        berjalan dengan kedua kakimu, tiba-tiba memutuskan untuk berdiri dan berjalan pada kedua
        telapak tanganmu? Jelaslah tidak ada makhluk yang mau mengganti cara berjalannya yang
        enak. Allah Yang Maha Kuasa telah menciptakan setiap manusia dengan kemampuan untuk
        bergerak dengan jalan yang paling menyenangkan. Kesimpulannya, teori evolusi tidak dapat
        menjawab pertanyaan, mengapa suatu saat kera berkaki empat memutuskan untuk berjalan
        hanya dengan dua kaki?

    5. Perbedaan terbesar antara kera dan manusia adalah bahwa manusia memiliki jiwa sementara
        kera tidak. Manusia penuh pengetahuan, berfikir, berbicara, dan menyampaikan pikirannya
        kepada orang lain dengan kalimat yang masuk akal, mereka mengambil keputusan, mereka
        merasa, mereka mengembangkan cita rasa, mereka mengenal seni, mereka melukis, mereka
        menulis lagu, mereka bernyanyi dan mereka penuh dengan cinta dan nilai moral. Semua ciri
        ini khusus bagi jiwa manusia. Binatang tidak memiliki jiwa. Cara mereka hidup dan menunjuk-
        kan kasih sayang berhubungan dengan pola kehidupannya. Tidak ada selain manusia yang
        memiliki ciri-ciri unik ini.

Allah Yang Maha Kuasa hanya menciptakan ciri-ciri sedemikian untuk manusia dan tidak untuk binatang.